Wisata Awal Tahun 2017; Candi Jawi & Air Terjun Putuk Truno
Hai ketemu lagi sama saya, setelah
tulisan pertama yang membahas tentang salah satu tempat menarik di Surabaya,
yaitu patok 0 km Surabaya. Ditulisan kali ini mau cerita pengalaman wisata saya
di awal tahun 2017, ke kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Surabaya,
yaitu Pasuruan.
Tempat wisata yang saya kunjungi pertama
adalah Candi Jawi yang merupakan salah satu tempat bersejarah yang sudah ada
dari jaman kerajaan. Perjalanan yang harus ditempuh dari Surabaya sekitar
kurang lebih 1,5 jam. Letak candi ini tidak sulit ditemukan karena lokasinya
yang berada di pinggir jalan umum.
Setibanya disana, parkir kendaraan yang
ada di depan area candi dan membayar parkir Rp 2.000. Sebelum memasuki candi,
pengunjung harus mengisi data di buku tamu yang disediakan petugas dan membayar
biaya masuk seikhlasnya.
![]() |
| Tampak depan candi Jawi |
![]() |
| Tangga menuju candi |
Ruangan dalam candi ini cukup kecil dan
tidak ada benda-benda bersejarah di dalamnya, saya sempat mengambil foto tapi
sepertinya saya lupa menyimpannya hehehe, lanjut dibagian belakang candi ini
juga ada seperti reruntuhan candi, sayangnya tidak ada keterangan lengkap
mengenai reruntuhan tersebut. Oh iya, untuk yang suka foto, di sini juga bagus
karena candi ini berlatarbelakang gunung Penanggungan.
![]() |
| Latar belakang candi |
![]() |
| Reruntuhan di belakang candi Jawi |
Setelah puas mengunjungi candi, saya
lanjut ke tempat wisata bernuansa alam yang lokasinya tidak terlalu jauh dari
Candi Jawi, yaitu Air Terjun Putuk Truno. Biaya tiket masuk Rp 10.000/orang dan
biaya parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor.
Akses jalan menuju air terjun sudah
cukup enak namun sedikit terhambat karena hujan deras dan waktu itu hanya ada
satu jas hujan di dalam tas saya. Jadilah kita beteduh di bawah pohon sebentar
dan menggunakan jas hujan itu untuk berdua. Romantis gimana gitu hahaha..
Ternyata perjalanan dari tempat masuk pertama tadi tidak terlalu jauh tapi
karena hujan masih deras, saya dan pengunjung lainnya berteduh di area penjual
makanan. Setelah agak reda, barulah saya mulai foto-foto tapi sayangnya pas
saya mau turun untuk melihat air terjun lebih dekat, hujan deras turun lagi
jadi tidak sempat foto-foto karena saya langsung memutuskan untuk segera
pulang.
![]() |
| Air Terjun Putuk Truno |
![]() |
| Air Terjun Putuk Truno |
Pengalaman yang gak saya lupakan di sini
adalah parkirnya. Waktu saya parkir, mas-mas tukang parkir nyamperin dan
langsung minta helm saya untuk dibawa. Sempet bingung awalnya, tapi karena saya
lihat gak ada helm nyantol di sepeda motor pengunjung lainnya jadi ya saya
iya-iya aja. Eh tapi pas saya pulang, ternyata dikenakan biaya penitipan helm
seharga Rp 5.000/helm. Lucu juga sih, padahal kalo saya tau itu penitipan saya
gak bakal nitipin helm yang notabene biayanya lebih mahal dari biaya parkir
motor itu sendiri. Entah emang saya yang gak mau tanya dulu ke tukang parkirnya
waktu dia minta helm saya, atau memang itu cara tukang parkirnya untuk ambil
keuntungan lebih. Yang jelas itu pengalaman saya waktu wisata ke air terjun
ini. Tapi overall baik Candi Jawi maupun Air Terjun Putuk Truno semuanya bagus
untuk dikunjungi.
Terimakasih sudah membaca, ditunggu
kritik dan saran sebanyak-banyaknya yaaa… Matursuwun! ☺☺






Comments
Post a Comment