Memperingati Kemerdekaan RI 73th feat. Bonek Untag

Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 tahun, Bonek Untag atau yang biasa disingkat Bontag mengadakan acara tabur bunga ke makam pendiri Persebaya -yang dulu bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB)-.

Beliau adalah M. Pamoedji. Beliau di makamkan bersebelahan dengan makam istrinya. Lokasi makamnya ada di TPU Karang Tembok, Pegirian, Surabaya. 

Kita datang ke sana sore hari sekitar jam 3. Anggota Bontag yang ikut hadir saat itu ada 9 orang, ditambah saya jadi total 10 orang yang ikut meramaikan acara ini. Lokasi makamnya ada di bagian depan dekat pagar pintu masuk. Makamnya sudah diberi pagar, kita tidak perlu izin untuk masuk ke area makam ini (karna katanya sering ada yang ziarah ke makam beliau) jadi anti ribet hehe. Oh iya pastinya jangan lupa beli bunga dulu yaa 😁

Bonek Untag
Anggota Bontag yang hadir

Bonek Untag
makam M. Pamoedji & istri

Bonek Untag
Koordinator Bontag mengawali tabur bunga
Bonek Untag
Foto Bersama

Setelah berdoa bersama, kita mampir sekalian ke makam mantan walikota Surabaya, R. Moestadjab yang lebih kita kenal dengan nama Walikota Mustajab (jadi nama salah satu jalan di Surabaya). Kebetulan masih berada di area pemakaman yang sama. Hanya saja lokasi makamnya agak ke belakang. Kita dipandu sama ibu-ibu yang ada di area pemakaman. Makamnya cukup kotor penuh daun kering gitu, jadi dibersihkan dulu sama bagian bersih-bersih makam.

Makamnya seperti makam pada umumnya, tidak ada pagar atau atap seperti makam pak Pamoedji. Jadi kalau orang awam pasti menganggap makam warga pada umumnya hehe. Beliau juga dimakamkan bersebelahan dengan istrinya.

Bonek Untag
berdoa bersama

Bonek Untag

Bonek Untag
Ngeksis sendiri 😁

Jadi sekian cerita saya ikut acara Bontag dalam memperingati kemerdekaan RI. Meskipun acara kecil-kecilan dan pasukannya cuman sedikit, tapi setidaknya bisa menghidupkan sebuah komunitas dan tetap menjalin silaturahmi sesama anggota 😁

Comments

Popular posts from this blog

Air Terjun Watu Gilang

Mudik atau Blusuk'an -Part 2